Kamis, 23 Januari 2014

MENGENAL NABI MUHAMMAD SAW

Sifat-Sifat Nabi Muhammad SAW

Fizikal Nabi
Telah dikeluarkan oleh Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata:

Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya.

Kebiasaan Nabi
Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.

Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.

Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.

Rumah Nabi
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta'ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain.

Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: "Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat", tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja.

Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwal agamanya.

Luaran Nabi
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan.

Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.

Majlis Nabi
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali.

Baginda tidak pernah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.

Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala.

Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: "Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!". Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu.

Diamnya Nabi
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat.

(Nukilan Thabarani - Majma'uz-Zawa'id 8:275)

Rabu, 30 Oktober 2013

RUMAH ADAT

Tiap Provinsi di Indonesia masing-masing memiliki rumah adat’y sendiri. Berikut adalah kumpulan gambar rumah adat dari masing2 provinsi dan nama-nama rumah adat. Rumah adat ini merupakan criri khas tiap suku daerah dari tiap daerah, ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa kebudayan Indonesia itu sungguh beraneka ragam. Namun wallaupun berbeda2 bukan berarti terpecah belah tetapi justru ini sebagai suatu kesatuan yang kokoh dengan keanekaraman suku adat budaya masyarakat Indonesia.
Gambar rumah adat sebetulnya sesuatu yang unik, bagaimana tidak bentuk rumah yang tidak lazim seperti pada bangunan2an saat ini, namun rumah adat ini tidak bisa di jumpai dikota2 besar tp hanya tempat2 khusus saja dan fungsinyapun klo dikota besar bukan sebagai tempat tinggal. Di pedalaman ato di desa tradisional masih banyak terdapat rumah adat jika kita ingin melihatnya langsung, akan tetapi di Taman Mini Indonesia Indahpun terdapat lengkap contoh Rumah adat kumplit semua ada disina.
Berikut Kumpulan Gambar Rumah Adat dan Nama-nama Rumah Adat dari berbagai suku dan provinsi di negara kita. Termasuk rumah adat batak, rumah adat bali, rumah adat suku batak, rumah adat minang kabau, rumah adat aceh, rumah adat betawi dan yang lainnya.
1. Rumoh Aceh – Gambar Rumah Adat Aceh
Rumoh Aceh
2. Rumah Balai Batak Toba – Gambar Rumah Adat Batak Sumatera Utara
Rumah Adat Batak Toba
3. Rumah Gadang – Gambar Rumah Adat Sumatera Barat

kebudayaan topeng bali

 http://dl.dropboxusercontent.com/u/40476197/jagatbali/images/news/culture/topeng-dance/topeng.jpg
Pulau Bali, tempat dimana tradisi, budaya dan alam lahir dan menjadi karakteristik unik itu untuk tanah ini. Sifat, yang memasok air bersih dengan halaman hijau dan dikelilingi dengan seni yang indah. Pulau Bali dikenal dengan seni seperti tari, musik diukir dan banyak lainnya. Topeng tari (tari topeng) adalah salah satu dari seratus seni di Bali, jenis tarian ini telah besar terkait dengan upacara keagamaan. Topeng tari tarian yang dimainkan oleh penari dengan mengenakan topeng tradisi yang diwakili karakter lama tradisional Bali.

Tarian tradisional Bali adalah bentuk tertua dari seni pertunjukan di Bali. Tujuannya bisa sebagai hiburan, atau yang akan dilakukan dalam beberapa upacara ritual karena jika kekuatan-kekuatan magis yang kuat tarian memiliki, atau dilakukan dalam kegiatan sosial.

Tari Topeng atau Mask Dances di Bali adalah suci. Tarian ini biasanya dilakukan oleh penari tunggal atau sekelompok penari laki-laki dalam upacara besar. Tujuan dari tarian ini adalah untuk memberitahu penonton tentang latar belakang sejarah tentang mengapa upacara harus diadakan atau untuk menyampaikan kebijaksanaan Hindu melalui percakapan sederhana di antara penari. Tarian ini juga diyakini bisa melindungi dari gangguan jahat upacara.Tari Topeng yang terkenal suci adalah Topeng Pajegan.

Topeng Pajegan hanya dilakukan oleh penari laki-laki yang menggunakan beberapa masker. Topeng utama disebut Sidhakarya. Tarian ini menceritakan tentang perjalanan Sidhakarya ke Bali sampai ia bertemu dengan raja. Orang Bali percaya bahwa topeng adalah wajah Sidhakarya imam. Tarian ini juga diyakini dapat menyembuhkan penyakit.

Tarian topeng biasanya dimainkan oleh dua dan maksimal lima orang yang memainkan topeng yang berbeda dengan karakter perbedaan ini jenis tape disebut topeng pajengan. Topeng tari dapat membagi menjadi dua jenis pertama adalah topeng pajengan dan yang kedua adalah Topeng Wali. Topeng wali adalah tarian topeng yang bermain untuk menghibur dan biasanya bercerita tentang kisah-kisah lama Bali kerajaan tradisional.

Minggu, 27 Oktober 2013


2. Kebo-keboan – BanyuwangiKebo-keboan Banyuwangi Prosesi upacara adat Kebo-keboan dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang. Dengan turunnya hujan berarti petani dapat segera bercocok tanam.
Puncak prosesi adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupun untukRambu Solo – TorajaRambu Solo - Toraja
Rambu Solo adalah pesta atau upacara kedukaan /kematian. Bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.
Setelah melewati serangkaian acara, si mendiang di usung menggunakan Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja) menuju makam yang berada di tebing-tebing dalam goa. Nama makamnya adalah pekuburan Londa.
Yang unik dari upacara rambu solo adalah pembuatan boneka kayu yang dibuat sangat mirip dengan yang meninggal dan diletakkan di tebing.Uniknya lagi… konon katanya, wajah boneka itu kian hari kian mirip sama yang meninggal.

keuntungan.
6. Dugderan – SemarangDugderan - Semarang
Dugderan adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder diambil dari perpaduan bunyi dugdug dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelum dugderan. Karnaval yang diikuti oleh pasukan merah-putih, drumband, pasukan pakaian adat “BHINNEKA TUNGGAL IKA” , meriam , warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri Khas acara ini adalah warak ngendok, sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga serta kulit sisik emas. Visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna – warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.

Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia

Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia

TARIAN ADAT DI INDONESIA

Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia ini saya tulis dengan tujuan agar saya khususnya dan teman-teman pada umumnya agar lebih mengetahui jenis-jenis tarian daerah yang ada di Indonesia. Karena negara kita yang tercinta ini, Indonesia, mempunyai banyak sekali tarian-tarian daerah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Masing-masing tari daerah mempunyai ciri-ciri dan mempunyai ke-khasan tersendiri dibanding dengan tarian yang lain.
Dengan mempunyai banyak sekali tarian daerah yang tersebar di seluruh nusantara, Indonesia merupakan negara terkenal dan terbaik karena kaya akan budaya, kaya akan kesenian dan kaya akan tari-tarian tradisional.
Dibawah ini teman-teman bisa melihat berbagai jenis tarian daerah nusantara yang tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia.

1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh

Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.
tari seudati aceh 300x199 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Seudati
Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam
Tari Saman Meuseukat 300x216 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Saman Meuseukat

2. Tari-tarian Daerah Bali

Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
Tari legong Bali Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari legong Bali
Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
Tari Kecak Bali 300x220 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Kecak
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi.
tari pendet dari bali Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Pendet

3. Tari-tarian Daerah Bengkulu

Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Andun Bengkulu 300x180 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Andun
Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.
Tari Bidadari Teminang Anak 300x208 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Bidadari Teminang Anak

4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta

Tari Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.
Tari Topeng Betawi Jakarta 300x216 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Topeng
Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara.
Tari Yopong Betawi Jakarta Tari Yapong Betawi Jakarta 300x214 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Yopong

5. Tari-tarian Daerah Jambi

Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.
Tari Sekapur Sirih Jambi 300x225 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Sekapur Sirih
Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.
Tari Selampir Delapan Jambi 300x225 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Selampir

6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat

Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.
Tari Topeng Kuncaran Jawa Barat 300x210 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Topeng Kuncaran
Tari Merak, sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.
Tari Merak Jawa Barat 300x201 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Merak

7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah

Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.
Tari Serimpi Jawa Tengah 300x225 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Serimpi
Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.
Tari Blambangan Cakil Jawa Tengah 207x300 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Blambangan Cakil

8. Tari-tarian Daerah JawaTimur

Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.
Tari Remong Jawa Timur 300x224 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Remong
Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.
Tari Reog Ponorogo Jawa Timur 300x199 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Reog Ponorogo
Tari Monong
Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat.
Tari Zapin Tembung Kalimantan Barat2 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Zapin Tembung

Tari Radab rahayu Kalimantan Selatan Tari Radap 300x225 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Radab Rahayu

11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah

Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.
Tari Tambun dan bungai Kalimantan Tengah 300x199 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Tambun dan Bungai
Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.

12. Tari-tarian : Daerah Kalimantan Timur

Tari Gong, di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.
Tari Gong Kalimantan Timur 266x300 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Gong
Tari perang, Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.
Tari perang Kalimantan Timur 300x201 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari perang

13. Tari-tarian Daerah Lampung.

Tari Jangget, adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.
Tari Jangget Lampung 300x270 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Jangget
Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.
Tari Malinting Lampung Tari Melinting 300x225 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Malinting

14. Tari-tarian Daerah Maluku

Tari Lenso. merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.
Tari Lenso Maluku 300x224 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Lenso
Tari Cakalele, adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.
Tari Cakalele Maluku 300x206 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Cakalele

15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara

Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.
Tari Perang Maluku Nusa Tenggara Timur 300x223 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Perang Maluku
Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun.

16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat

Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.
Tari Mpaa Lenggogo Nusa Tenggara Barat 300x217 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Mpaa Lenggogo
Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.

17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur

Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.
Tari Perang Nusa Tenggara Timur 300x199 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Perang Nusa Tenggara Timur
Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.
Tari Gareng Lameng Nusa Tenggara Timur Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Gareng Lameng

18. Tari-tarian Daerah Papua Barat dan Tengah

Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).
Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawanan, dan kegagahan rakyat Papua.
Tari Perang Papua 300x200 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Perang Papua

29. Tari-tarian Daerah Papua Timur

Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Selamat Datang Papua Timur Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Selamat Datang
Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan.

20. Tari-tarian Daerah Riau

Tari Tandak, merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.
Tari Tandak Riau Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Tandak
Tari Joged Lambak, adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi.
Tari Joged Lambak 300x207 Macam Macam Tarian Tradisional Indonesia
Tari Joged Lambak

Bakar Ilo Sanggari di Nusa Tenggara Barat

Bakar Ilo Sanggari di Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di timur. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di Pulau Lombok.
Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%).
Masuknya Islam ke Nusa Tenggara Barat ini ditandai dengan kehadiran Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Rangkesari, Pangeran Prapen, putera Sunan Ratu Giri. Dalam Babad Lombok disebutkan, pengislaman ini merupakan upaya dari Raden Paku atau Sunan Ratu Giri dari Gersik, Surabaya yang memerintahkan raja-raja Jawa Timur dan Palembang untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di Nusantara.
Dalam menyambut hari raya Idul Fitri, masyarakat NTB biasanya mengadakan sebuah ritual yang bernama Bakar Ilo Sanggari. Ilo Sanggari merupakan lentera yang terbuat dari sebilah bambu yang dililit dengan minyak biji jarak pagar. Lentera yang terbuat dari bambu dan dililit minyak biji jarak kemudian dibakar, dipasang di sekeliling rumah sehingga rumah bercahaya dengan nyala api. Masyarakat NTB percaya bahwa dengan menyalakan lentera, malaikat dan roh leluhur akan datang dan memberikan berkah di hari Lebaran.
Hari raya Idhul Fitri merupakan pintu kemenangan bagi warga muslim setelah satu bulan lamanya menjalankan ibadah puasa.  Hari raya merupakan hari kemenangan, setelah satu bulan pula berperang melawan hawa nafsu. Untuk merayakan kemenangan itu, warga daerah ini menyambutnya dengan kesemarakan.  Setiap tahun masyarakat NTB  selalu membakar Ilo Sanggari. Meskipun ada beberapa masyarakat yang sudah tidak menyelenggarakannya lagi, namun bagi yang lain mereka percaya bawah dengan membakar Ilo Sanggari Malaikat dan roh leluhur akan datang dan memberikan berkah serta rejeki di hari lebaran.

Rabu, 23 Oktober 2013

lirik lagu ustad jefri al buchori


LIRIK LAGU BIDADARI SURGAKU

Setiap manusia
Punya rasa cinta
Yang mesti dijaga
Kesuciaanya 
Namun ada kala
Insan tak berdaya 
Saat dusta mampir bertahta 

Ku inginkan dia 
Yang punya setia
Yang mampu menjaga 
Kemurniaanya
Saat ku tak ada 
Ku jauh darinya 
Amanah pun jadi penjaganya

Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku 
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku 
Engkaulah .. Bidadari surgaku

Tiada yang memahami 
Sgala kekuranganku 
Kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah aku 
Dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu

Hatimu tempat berlindungku 
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku 
Engkaulah .. Bidadari surgaku


Lirik Lagu Ustadz Jefri Al Buchori ( UJE ) - Bidadari Surga Setiap manusia punya rasa cinta Yang mesti dijaga kesuciaanya Namun ada kala insan tak berdaya Saat dusta mampir bertahta Ku inginkan dia Yang punya setia Yang mampu menjaga kemurniaanya Saat ku tak ada Ku jauh darinya Amanah pun jadi penjaganya Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku Tiada yang memahami Sgala kekuranganku Kecuali kamu, bidadariku Maafkanlah aku Dengan kebodohanku Yang tak bisa membimbing dirimu Hatimu tempat berlindungku Dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2013/05/lirik-lagu-ustadz-jefri-al-buchori-uje.html
salam kenal ya :)
Lirik Lagu Ustadz Jefri Al Buchori ( UJE ) - Bidadari Surga Setiap manusia punya rasa cinta Yang mesti dijaga kesuciaanya Namun ada kala insan tak berdaya Saat dusta mampir bertahta Ku inginkan dia Yang punya setia Yang mampu menjaga kemurniaanya Saat ku tak ada Ku jauh darinya Amanah pun jadi penjaganya Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku Tiada yang memahami Sgala kekuranganku Kecuali kamu, bidadariku Maafkanlah aku Dengan kebodohanku Yang tak bisa membimbing dirimu Hatimu tempat berlindungku Dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2013/05/lirik-lagu-ustadz-jefri-al-buchori-uje.html
salam kenal ya :)
Setiap manusia punya rasa cinta Yang mesti dijaga kesuciaanya Namun ada kala insan tak berdaya Saat dusta mampir bertahta Ku inginkan dia Yang punya setia Yang mampu menjaga kemurniaanya Saat ku tak ada Ku jauh darinya Amanah pun jadi penjaganya Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku Tiada yang memahami Sgala kekuranganku Kecuali kamu, bidadariku Maafkanlah aku Dengan kebodohanku Yang tak bisa membimbing dirimu Hatimu tempat berlindungku Dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2013/05/lirik-lagu-ustadz-jefri-al-buchori-uje.html
salam kenal ya :)
Lirik Lagu Ustadz Jefri Al Buchori ( UJE ) - Bidadari Surga Setiap manusia punya rasa cinta Yang mesti dijaga kesuciaanya Namun ada kala insan tak berdaya Saat dusta mampir bertahta Ku inginkan dia Yang punya setia Yang mampu menjaga kemurniaanya Saat ku tak ada Ku jauh darinya Amanah pun jadi penjaganya Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku Tiada yang memahami Sgala kekuranganku Kecuali kamu, bidadariku Maafkanlah aku Dengan kebodohanku Yang tak bisa membimbing dirimu Hatimu tempat berlindungku Dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2013/05/lirik-lagu-ustadz-jefri-al-buchori-uje.html
salam kenal ya :)
Lirik Lagu Ustadz Jefri Al Buchori ( UJE ) - Bidadari Surga Setiap manusia punya rasa cinta Yang mesti dijaga kesuciaanya Namun ada kala insan tak berdaya Saat dusta mampir bertahta Ku inginkan dia Yang punya setia Yang mampu menjaga kemurniaanya Saat ku tak ada Ku jauh darinya Amanah pun jadi penjaganya Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku Tiada yang memahami Sgala kekuranganku Kecuali kamu, bidadariku Maafkanlah aku Dengan kebodohanku Yang tak bisa membimbing dirimu Hatimu tempat berlindungku Dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2013/05/lirik-lagu-ustadz-jefri-al-buchori-uje.html
salam kenal ya :)
Lirik Lagu Ustadz Jefri Al Buchori ( UJE ) - Bidadari Surga Setiap manusia punya rasa cinta Yang mesti dijaga kesuciaanya Namun ada kala insan tak berdaya Saat dusta mampir bertahta Ku inginkan dia Yang punya setia Yang mampu menjaga kemurniaanya Saat ku tak ada Ku jauh darinya Amanah pun jadi penjaganya Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku Tiada yang memahami Sgala kekuranganku Kecuali kamu, bidadariku Maafkanlah aku Dengan kebodohanku Yang tak bisa membimbing dirimu Hatimu tempat berlindungku Dari kejahatan syahwatku Tuhanku merestui itu Dijadikan engkau istriku Engkaulah .. Bidadari surgaku

dari: http://iniliriklagunya.blogspot.com/2013/05/lirik-lagu-ustadz-jefri-al-buchori-uje.html
salam kenal ya :)